Kisah Sedih, Dua Anak Terpaksa Mengambil Makanan dari Tempat Sampah Sekolah, Karena Ibu Tak Mampu Membelikan Makanan
Alhasil, dua dari empat anaknya terpaksa mengambil makanan dari tempat sampah sekolah mereka.
Melansir dari World of Buzz pada Rabu (13/2/2019), dilaporkan kedua anak itu berusia 10 dan 12 tahun.
Menurut Harian Metro, sang ibu bernama Mardinah Dabe Martin (35) dari Malaysia merasa malu karena insiden tersebut terungkap.
"Aku malu pada diriku sendiri karena tidak bisa menyediakan makanan yang cukup untuk mereka. Hati saya hancur mengetahui mereka melakukan tindakan itu," katanya.
Mardinah mengaku menceraikan suaminya tiga bulan lalu, dan sekarang mengurus empat anaknya sendirian.
Dia juga tak bisa mendapatkan pekerjaan karena harus merawat dua anaknya yang hiperaktif.
"Dua anak saya baru berusia 5 dan 7 tahun. Jadi saya tidak bisa mengambil pekerjaan penuh waktu karena mereka tidak bisa dibiarkan sendiri," katanya.
Hanya orang tua yang memiliki anak hiperaktif yang mampu memahami betapa sulitnya merawat mereka," imbuhnya.
Mardinah juga mengatakan selama ini tetangganya telah banyak membantu hidupnya.
"Saya tidak punya kendaraan, dan bahkan jika saya memilikinya saya tidak punya sim untuk mengendarainya," katanya.
"Tetapi saya bersyukur, tetangga saya mengirim anak-anak saya ke sekolah, dulu saya malu meninggalkan rumah karena kesulitan keuangan satya," jelasnya.
"Namun setelah mendengar cerita saya, mereka telah memberikan bantuan pada saya dan keluarga saya," tambahnya.
Sebagai akibat kisah menyedihkannya viral, tiga LSM menyumbangkan beberapa hal yang membantu keluarga Mardinah.
LSM ini antara lain, Malaysian Freedom Riders Club, Asosiasi Artis Terengganu dan Kemaman Triton Club.
Mereka menyumbangkan, lemari es, mesin cuci, rak buku, tempat tidur, bantal, selimut, makanan dan lainnya.Dia juga tak bisa mendapatkan pekerjaan karena harus merawat dua anaknya yang hiperaktif.
"Dua anak saya baru berusia 5 dan 7 tahun. Jadi saya tidak bisa mengambil pekerjaan penuh waktu karena mereka tidak bisa dibiarkan sendiri," katanya.
Hanya orang tua yang memiliki anak hiperaktif yang mampu memahami betapa sulitnya merawat mereka," imbuhnya.
Mardinah juga mengatakan selama ini tetangganya telah banyak membantu hidupnya.
"Saya tidak punya kendaraan, dan bahkan jika saya memilikinya saya tidak punya sim untuk mengendarainya," katanya.
"Tetapi saya bersyukur, tetangga saya mengirim anak-anak saya ke sekolah, dulu saya malu meninggalkan rumah karena kesulitan keuangan satya," jelasnya.
"Namun setelah mendengar cerita saya, mereka telah memberikan bantuan pada saya dan keluarga saya," tambahnya.
Sebagai akibat kisah menyedihkannya viral, tiga LSM menyumbangkan beberapa hal yang membantu keluarga Mardinah.
LSM ini antara lain, Malaysian Freedom Riders Club, Asosiasi Artis Terengganu dan Kemaman Triton Club.
Mereka menyumbangkan, lemari es, mesin cuci, rak buku, tempat tidur, bantal, selimut, makanan dan lainnya.